Pada tahun 1987, haji mahsun panggilannya, ia seorang warga
dasan tapen kecamatan gerung kabubaten Lombok barat, ia dikenal warga seorang yang biasa-biasa
saja namun pintar, setiap hari ia bertani
kebetulan ia mempunyai sawah yang begitu luas, namun sayang ia tidak
mempunyai anak.
Haji mahsun sering pulang pergi mengaji mengikuti pengajian
di syeh maulana, karang bate . suatu hari seperti biasa haji mahsun pergi
mengaji di sela-sela waktu untuk bertaninya ia duduk didalam majlish dan
tiba-tiba ia menagis dalam hati di
karenakan isi pengajian kali itu tetang sedekah, atau amal jariah. Sesampainya
dirumah air matanya seakan tidak bisa
dibendung lagi, ia menangis terus – menerus mengingat dirinya yang sampai saat
itu belum mempunyai seorang anak.
Hingga ia berfikir untuk membuat pondok pesantren diatas
tanah miliknya sendiri agar siapapun
siswa yang mondok dan sekolah di yayasan
miliknya ia anggap sebagai anak sendiri. Begitu luhur niat beliau, lagi pula di
desanya akses untuk bersekolah sangatlah jauh, yaitu berjalan kaki ke gerung.
Pada masa itu alat transportasi belumlah semudah sekarang , banyak anak-anak di
desa
itu tidak bersekolah dengan berbagai macam alasan.
Niat Pendirian pondok
pesantren oleh haji mahsun di dukung oleh warga setempat walaupun ada dari
mereka yang masih ragu-ragu, di karenakan belum ada ustadz-ustadz atau staf
pengajar nantinya yang akan mengurus ponpes , namun semangat dan kerja keras haji mahsun berbagai kesempatan bersosilisasi di
gelar , kerja keras itu terbayar sudah dengan
banyak santri yang berasal dari tempat-tempat yang jauh misyalnya dari gili gede, kuripan, dasan
tapen sendiri bahkan dari luar pulau yaitu berasal dari plores. Jumlah santri
pada waktu itu sekitar 110 45 santri
laki dan 55 santri perempuan , pengajian rutin ( ngaji kitab ) setiap hari ba’da subuh dan asar selain itu nama pondok
pesantren itu adalah namanya sendiri yaitu
AL MAHSUN KHIDIR NW dan ia
berharap namanya ini bisa di kenang sehingga bisa menjadi amal jariah,
berdirinya ponpes dengan bantuan NAHDATUL WATHAN ini pada tahun 1988.
Sepeninggal haji mahsun
yayasan di serah mandatkan kepada para pengurus yayasan sampai sekarang.
Demikian sejarah berdirinya pondok pesantren AL
MAHSUN KHIDIR NW
Narasumber : ustadz
jaelani, santri - santri
Ke unikan dari pondok pesantren ini yaitu kalau pondok
pesantren-pondok pesantren yang biasa kita kenal pasti memiliki seorang tuan
guru yang menjadi pimpinan tertinggi dan tidak jarang apa bila tuan guru
tersebut mempunyai seorang anak pasti salah satu akan menjadi penerus nya, namun berbeda dengan pondok
pesantren AL MAHSUN KHIDIR NW ini ia
sama sekali tidak mempunyai seorang tuan guru
pemilik tunggal pondok hanya saja ustadz-ustadz yang menjadi pengurusnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar