Jumat, 21 Desember 2012

Sejarah berdirinya pondok pesantren AL MAHSUN KHIDIR NW


Pada tahun 1987, haji mahsun panggilannya, ia seorang warga dasan tapen kecamatan gerung kabubaten Lombok barat,  ia dikenal warga seorang yang biasa-biasa saja namun pintar, setiap hari ia bertani  kebetulan ia mempunyai sawah yang begitu luas, namun sayang ia tidak mempunyai anak.
Haji mahsun sering pulang pergi mengaji mengikuti pengajian di syeh maulana, karang bate . suatu hari seperti biasa haji mahsun pergi mengaji di sela-sela waktu untuk bertaninya ia duduk didalam majlish dan tiba-tiba  ia menagis dalam hati di karenakan isi pengajian kali itu tetang sedekah, atau amal jariah. Sesampainya dirumah  air matanya seakan tidak bisa dibendung lagi, ia menangis terus – menerus mengingat dirinya yang sampai saat itu belum mempunyai seorang anak.
Hingga ia berfikir untuk membuat pondok pesantren diatas tanah miliknya sendiri  agar siapapun siswa yang mondok  dan sekolah di yayasan miliknya ia anggap sebagai anak sendiri. Begitu luhur niat beliau, lagi pula di desanya akses untuk bersekolah sangatlah jauh, yaitu berjalan kaki ke gerung. Pada masa itu alat transportasi belumlah semudah sekarang , banyak anak-anak di   desa itu tidak bersekolah dengan berbagai macam alasan.
Niat  Pendirian pondok pesantren oleh haji mahsun di dukung oleh warga setempat walaupun ada dari mereka yang masih ragu-ragu, di karenakan belum ada ustadz-ustadz atau staf pengajar nantinya yang akan mengurus ponpes ,  namun semangat dan kerja keras haji mahsun             berbagai kesempatan bersosilisasi di gelar , kerja keras itu terbayar sudah dengan  banyak santri yang berasal dari tempat-tempat yang jauh  misyalnya dari gili gede, kuripan, dasan tapen sendiri bahkan dari luar pulau yaitu berasal dari plores. Jumlah santri pada waktu itu sekitar 110   45 santri laki dan 55 santri perempuan , pengajian rutin ( ngaji kitab ) setiap hari  ba’da subuh dan asar selain itu nama pondok pesantren itu adalah namanya sendiri yaitu  AL MAHSUN KHIDIR NW  dan ia berharap namanya ini bisa di kenang sehingga bisa menjadi amal jariah, berdirinya ponpes  dengan bantuan  NAHDATUL WATHAN  ini pada tahun 1988.  
Sepeninggal haji mahsun  yayasan di serah mandatkan kepada para pengurus  yayasan  sampai sekarang.
Demikian sejarah berdirinya pondok pesantren  AL  MAHSUN KHIDIR NW
Narasumber  : ustadz jaelani, santri - santri
Ke unikan dari pondok pesantren ini yaitu kalau pondok pesantren-pondok pesantren yang biasa kita kenal pasti memiliki seorang tuan guru yang menjadi pimpinan tertinggi dan tidak jarang apa bila tuan guru tersebut mempunyai seorang anak pasti salah satu akan menjadi  penerus nya, namun berbeda dengan pondok pesantren AL MAHSUN KHIDIR NW ini  ia sama sekali tidak mempunyai seorang tuan guru  pemilik tunggal pondok hanya saja ustadz-ustadz yang  menjadi pengurusnya.      

Tidak ada komentar:

Posting Komentar